Nine days part 6
Keesokkan harinya, tepatnya hari kedua perjalanan ini. Seharusnya ditargetkan pagi ini kami sudah tiba di pulau Jawa. Namun karena masalah itu, pagi ini kami masih berada di perbatasan Sumsel-Lampung. Saat berada di kota Bandar Lampung, aku dapat SMS dari temanku yang berada di Metro, Lampung. Oke itu tidak penting. Yang jelas, sepanjang menusuri kota Bandar Lampung, anak-anak di bus mulai bertanya, “Hasbi, nunggu dimana sih, gak jelas banget” dan pertanyaan itu selalu berulang, sampai akhirnya pukul sembilanan kami tiba di sebuah resto, ntah apa itu namanya. Yang jelas resto itu nyebelin. Udah nasi gorengnya keras, lauknya juga kerupuk tambah telor, mahal pula. Zzzzzzz. Untung dendeng kering yang aku bawa masih ada, setidaknya makanku sedikit berselera. Aku membagikannya ke teman meja makanku. Setelah itu, kembali, perjalanan dilanjutkan. Kami berhenti di depan sebuah masjid untuk menumpang buang air. Aku tetap berada di bus sementara beberapa yang lain turun. Tidak berapa lama, ...