Posts

Showing posts with the label Fiction

Jalan Takdir

Cinta itu sederhana. Ketika aku dan kamu masih selalu bersama. Masih bisa melihat tawamu yang renyah, senyummu yang memikat hati dan candaanmu yang selalu aku rindukan. Rindu itu sederhana, ketika aku merindukanmu dan kamu pun merindukanku. Kamu tahu ketika aku benar-benar butuh kamu dan aku tahu kapan kamu membutuhkan aku. Sayang itu sederhana. Tak perlu aku memohon sayang itu, kamu benar-benar memperlakukan aku selayaknya kamu benar-benar enggan kehilanganku, begitupun aku. Tapi indah ketiganya hanya dapat aku rasa ketika kita dalam masa pendekatan dulu. Teringat di saat pertama kali kita berjumpa. Aku sendiri. Berdiri di tengah lorong di bandara yang berada di kotamu tanpa tahu harus kemana. Waktu itu aku nekat untuk pergi dari kotaku, karena ingin lepas dari semua kejenuhan yang membuat aku untuk bernafas saja sulit. Lalu kamu datang dengan tergesa-gesa dan tak sengaja menabrakku. Aku yang masih di bawah pengaruh emosi langsung saja memakimu sepuas aku memaki mantanku. Aku melampia...

Ya Cuma Kamu

Ntah apa yang aku pikirkan. Hubunganku dengan Dio tak baik kini. Aku juga bingung apa salahku pada Dio hingga ia tak ingin bertemu denganku bahkan mengirim pesan singkatpun enggan. Lalu sore ini aku putuskan untuk menemui dia dan memperjelas semuanya. Sekalian, rindu yang selama ini tak mampu terungkap karena aku bungkam ingin segera aku sampaikan. Aku melangkah menuju rumah Nana, sahabatku. Aku ingin ia menemaniku ke asrama Dio. Tapi ketika dalam perjalanan, aku menjumpai sosok yang akan aku temui di sebrang sana. Gadis berjilbab itu sedang berdiri bersedekap di halte. Apa hari ini ia naik bus? Kemana motor merah yang selama ini dipakainya? Pikirku. Kemudian aku berteriak menyebutkan namanya “NANA..” dan yang punya nama menoleh ke arahku. Ia melambaikan tangan dan membalas memanggil namaku “CIA..” teriaknya.  Aku menyebrangi jalanan yang tak cukup rame sore itu dan aku menghampiri Nana. Aku bertanya kepada Nana kemana motor yang ia pakai selama ini dan dengan santai ia menjawab,...