Posts

Showing posts with the label Kajian Ilmu

Nasihat Untuk Diriku

Nasehat untuk diriku TENTU BERBEDA... Sungguh beda antara seorang yang sholat hendak mencari kekhusyu'an dengan seseorang yang sholat hanya sekedar bisa terlepas dan terbebaskan dari beban kewajiban.... Orang yang bertekad sholat dengan khusyuk tentunya ia akan serius mempersiapkan dirinya..., segera ke mesjid..., sholat sunnah terlebih dahulu..., membaca Al-Qur'an... hingga hatinya siap bermunajat kepada Allah... Adapun seseorang yang telah dikumandangkan adzan ia masih sibuk dengan dunia..., masih asyik bercengkerama dengan para sahabat dan tamunya...lalu begitu dikumandangkan iqomat iapun melompat bersegera dengan begitu semangat menuju mesjid, lalu masuk dalam sof sholat tatkala raka'at kedua atau ketiga, bahkan disertai deru nafas yang ngos-ngosan...sementara urusan dunia masih terngiang-ngiang di benaknya....lantas bagaimana bisa khusyuk?? Sudahkah kita setiap akan sholat berniat hendak meraih kekhusyu'an sehingga bisa merasakan ledzat dan indahnya bermu...

Hidup Bersama Orang Baik dan Buruk

HIDUP BERSAMA ORANG BAIK TIDAK KALAH BERATNYA DARI HIDUP BERSAMA ORANG BURUK Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى Sobat! Mungkin anda sering berkeluh kesah dan berkata: aduuh, susahnya hidup di masyarakat yang majemuk. Ada yang rajin sholat, namun banyak juga yang pemabok. Ada yang jujur namun tidak jarang pendusta, ada yang berjilbab namun banyak pula yang mengumbar auratnya. Ada yang berilmu dan dermawan namun betapa banyak yang bodoh dan pelit bahkan rakus. Bahkan ada yang muslim, namun banyak pula yang musyrik penganut agama-agama selain Islam. Selanjutnya anda berangan angan: Duhai indahnya hidup di komplek orang orang baik. Semua masyarakat rajin sholat berjamaah di masjid, wanitanya menutup aurat, jujur, dan dermawan semua. Sobat, apa yang anda ucapkan benar adanya, hidup di tengah tengah masyarakat yang majemuk memang berat. Sepanjang waktu, anda diuji dengan kehadiran mereka, diuji dengan orang kafir yang menjadi tetangga anda. Mereka menceritakan dan b...

Jatuh Cinta

kata orang.. jatuh cinta itu lumrah.. sudah fitrah manusia.. tapi menyibukkan hati dari berdzikir.. selalu ingat si dia.. dalam banyak aktivitas.. padahal kata ulama.. mengingat manusia itu penyakit.. sedangkan mengingat Allah itu penawar kegundahan hati.. kata orang.. jatuh cinta itu indah.. tapi membuat mabuk kepayang.. sebetulnya jatuh cinta itu siksaan batin.. tersiksa oleh kekhawatiran.. tersiksa oleh kerinduan.. tersiksa oleh khayalan dan angan angan.. padahal belum tentu jodoh.. apalagi lelaki yang sudah beristri.. ketika jatuh cinta kepada wanita lain.. ia dijadikan lupa kepada yang halal.. dan sibuk dengan yang haram.. bertepuk sebelah tangan.. jatuh cinta tak berguna.. menderita di dunia sebelum di akhirat.. bagai mengejar fatamorgana.. padahal ada cinta yang tak kan pernah bertepuk sebelah tangan.. ia adalah cinta kepada Allah.. cinta yang memberi keindahan hidup.. cinta yang tak ada lagi di atasnya cinta.. rindu kepada Ar Rahman.. merasakan k...

masa lalu

*idea* Jangan Pernah Menilai Seseorang Dengan Melihat Masa Lalunya…. Ustadz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى Betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam… jauh dari sunnah… jauh dari hidayah… tenggelam dalam dunia yang menipu… terombang-ambing dalam kemaksiatan yang nista… Bukankah banyak sahabat radhiallahu ‘anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan… peminum khomr… bahkan pelaku kesyirikan…? Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini. Bisa jadi anda salah satu dari mereka para ikhwan/akhwat yang memiliki masa lalu yang kelam… yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam anda. Sebagaimana anda tidak ingin orang lain menilai anda dengan melihat masa lalu kelam anda… maka janganlah anda menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang buruk….. Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang… kondisinya tatkala akan meninggal… bukan masa lalu...

Peringatan untuk Manusia

 Terus Diberi Peringatan, Akan Tetapi... Rambut mulai beruban, kulit mulai mengeriput, gigi mulai tanggal, mata mulai merabun...adalah sebagian peringatan Allah yang berulang-ulang agar kita tidak sombong dan lupa diri, agar tidak merasa kuat selalu, merasa hidup selalu, merasa hebat selalu... اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ "Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS Ar-Ruum : 54) Sakit, lemah, letih, tua, keriput, dll, semuanya peringatan bahwa engkau hanyalah sementara... Sungguh merugi seseorang yang terus diberi peringatan akan tetapi ia tidak merasa sementara di du...

Simpel Sedekah

✔ Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jamaah dapat menggunakannya saat akan berwudhu. Anda akan menikmati pahala dari setiap orang yang memakainya ✔ Letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke sana ✔ Sisihkanlah dari hasil upah jerih payahmu, sebagian untuk disumbangkan kepada anak yatim ✔ Belilah sekantong plastik kaos tangan dan kaos kaki, agar bisa diberikan kepada para pekerja ✔ Letakkanlah di kamarmu sebuah kotak, dimana setiap kali kamu merasa melakukan dosa, masukan uang receh 3-5ribu ke dalamnya, jika sudah 1 bulan, buka kotak itu dan besedekahlah dengan uang tersebut. Lakukanlah ini setiap bulan ✔ Jika anda hadir dalam acara kumpul-kumpul bersama keluarga dan kerabat, belilah ½-1 doos air mineral, niatkan untuk sedekah kepada orang² yang butuh minum, yang sakit, dan lainnya ✔ Jika anda mengisi bensin atau parkir, kemudian petugasnya mengembalik...

Ngapain Sih Ngeributin Bid'ah?

Celetukan yang selalu menghiasi banyak orang yang belum memahami hakikat bid’ah dan bahayanya..Padahal, tiap hari kita membaca al fatihah “Ghairil maghdluubi ‘alaihim waladlaalliin”. Bukan jalannya orang-orang yang dibenci bukan jalan orang yang sesat.. Yang sesat adalah mereka suka beramal tanpa dasar ilmu..alias suka berbuat bid’ah dalam agama mereka.. Dalam Riwayat Muslim, acapkali Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah, selalu bersabda: “Sebaik-baik perkataan adalah kitabullah, sebaik-baik petunjuk Rasulullah, seburuk-buruk perkara adalah yang dibuat-buat (muhdats), dan setiap muhdats adalah bid’ah.” Jadi yang pertama kali meributkan bid’ah siapa?? Kenapa harus diributkan? Karena bid’ah merusak kesempurnaan Islam.. Tanyakan kepada pelaku bid’ah: Apakah Islam baru sempurna dengan perbuatan bid’ah anda? Ataukah sudah sempurna tanpa perbuatan bid’ah anda? Jawaban yang pasti: sudah sempurna.. Jadi buat apa mengada ada? Karena bid’ah sama saja menuduh Nabi sh...
قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني "Katakan, "Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku (Rasulullah).. (QS. Ali Imron: 31). Ittiba' adalah mengikuti jejak kaki Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.. Bukan mendahuluinya.. Tanyakanlah pada diri kita.. Mampukah Rasulullah merayakan kelahirannya?.. Bukankah para shahabat amat mencintainya?.. Lalu mengapa Rasulullah tidak memerintahkan tidak pula mencontohkan.. Padahal beliau mampu dan pendorong cinta amat kuat.. Tanyakan pada diri kita.. Apakah kita lebih tahu kepada kebaikan.. Ataukah Rasulullah dan generasi yang diutamakan... Apakah kita lebih cinta kepada Rasulullah.. Ataukah para shahabat yang diridhoi oleh Allah.. Bila anda berkata, "Ini hanyalah sarana.. Kita hanya berkata, "Sarana oh sarana.. Seakan engkau menghalalkan segala cara.. Bila itu memang sarana menuju cinta.. Tentu para shahabat, tabi'in dan imam yang empat telah berlomba.. Padahal Rabbuna telah mengabarkan.. اليوم أ...

Membongkar Aib

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat." HR Muslim. Berapa banyak aib yang kita ketahui dari seorang muslim.. Berapa banyak kesalahan dia yang terbuka di mata kita.. Menjadi celah dan pintu untuk setan menggoda.. Ia adalah ujian.. Ketika hati kita senang kepadanya.. Kesalahan sebesar apapun yang ia lakukan.. Seolah terkubur dan menjadi angin yang berlalu.. Namun.. Di saat hati kita tak lagi simpati padanya.. Benih benih permusuhan telah tumbuh di hatinya.. Di saat itu teringat kesalahan-kesalahannya di masa silam.. Setanpun mulai menyeringai.. Sebuah celah telah terbuka di matanya.. Lalu ia pun menghembuskan angin jahat di relung hatinya.. Kebaikan-kebaikan saudaranya kini telah hilang.. Yang tersisa adalah keburukannya.. Bila ketaqwaan tak mampu menahan lisannya.. Malapetaka kan terjadi.. Membongkar aib seorang muslim.. Celakanya lagi.. Setan memberikan hi...

Lelah dan Hilang Arah

UNTUK ANDA YANG SEDANG LELAH DAN HILANG ARAH… Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى Hidup ini adalah PERJALANAN PANJANG, dan sebagaimana sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-: “Perjalanan panjang adalah potongan dari azab”. [HR. Bukhori dan Muslim] Sehingga wajar bila di tengah perjalanan itu akan banyak cobaan, musibah, rintangan, hilang arah, lelah, bingung, dan seterusnya. Oleh karenanya, bila Anda merasa bingung, lelah, tidak punya arah… maka berhentilah sejenak, istirahatkan diri, dan fokuslah untuk menguatkan diri dahulu, agar Anda menjadi kuat kembali, dan bisa meneruskan kembali sisa perjalanan Anda… Fokuslah ketika itu untuk mendekatkan diri kepada Allah, niscaya Allah akan menguatkan jiwa dan raga Anda… Perbanyak dzikir, sholat, berdoa, membaca Alquran, dan ketaatan lainnya… Atau bila masih bingung, fokuskan diri Anda untuk membasahi lidah Anda dengan DZIKIR, yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, sampai Anda kuat kembali. Dan acuhkan untuk sementa...

Menyingkat Salam atau Menyempurnakannya?

 Menyingkat Salam atau Menyempurnakannya ? • Titian Nasehat. Salah satu bentuk ibadah yang terlalaikan, namun dianggap sebagai hal biasa di kalangan kaum muslimin sekarang ini adalah menulis salam dan shalawat dengan disingkat. Padahal telah diketahui bahwa dalam kaidah penggunaan bahasa Arab, kesempurnaan tulisan dan pembacaan lafadz akan mempengaruhi arti dan makna dari sebuah kata dan kalimat. Lalu, bagaimana jika salam dan shalawat disingkat dalam penulisannya? Apakah akan merubah arti dan makna kalimat tersebut? Adab Menulis Salam Kata salaam memuat makna keterbebasan dari setiap malapetaka dan perlindungan dari segala bentuk aib dan kekurangan. Salaam juga berarti aman dari segala kejahatan dan terlindung dari peperangan. Oleh karena itu, Islam memerintahkan supaya menampakkan salam dan menyebarluaskannya (Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali dalam kitab Bahjatun Naadzirin Syarah Riyadhush Shalihin, Bab Keutamaan Salam dan Perintah Untuk Menyebarluaskann...

Perjalanan Menuju Allah Ta'ala

As-Saikh Prof.DR Abdurrozak Al-Badr hafidhohullah Ta'ala. Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du; Sesungguhnya seorang mukmin dlm mengarungi kehidupan dunia ini berjalan menuju suatu tujuan, dan tujuan ini adalah menggapai ketaatan Allah Ta'ala dan meraih keridhoan Dzat Yang Maha Agung serta merealisasikan ubudiyah penghambaan kepada Allah Ta'ala, sehingga ia berjalan didalam kehidupannya utk mengenal Robb nya, nama dan Sifat-Sifat Nya yg menunjukkan akan kebesaran dan keagungan Tuhan nya dan mengesakan peribadatan murni ditujukan kpda Allah Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman, " Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yg diperintahkan kpdku dan aku adalah orang yg pertama-tama menyerahkan diri (kpda Allah)". Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan...