Posts

Showing posts with the label cerita pendek

Spesial nggak pake telor

"Na... makan apa kita malam ni?" tanyaku pada teman satu kosanku. Rina yang kamarnya berada di sebelah kamarku malam ini sedang nongkrong di kamarku. Tepatnya ia teman baruku. Ia baru pindah beberapa minggu yang lalu. "kita hunting makanan di deket kampus itu aja kali ya?" usul Rina. Kampusku yang jaraknya tak jauh dari tempat tinggalku. Kebetulan kawasan di sekitarnya cukup ramai. Bila malam tiba, banyak penjual makanan menjajakan makanan untuk santapan di malam hari dan mereka buka dari jam lima sore hingga 5 subuh. Makanan yang dijajakan beragam, enak dan murah. Sesuai dengan kantong mahasiswa. Aku mengiyakan saja usul Rina. Kebetulan aku rindu dengan nasi goreng Bik Inah yang berjualan di kawasan itu juga. Nasi gorengnya enak, komplit dan harga terjangkau. Setelah merapikan buku-buku yang berserakkan, aku dan Rina pun berjalan menyusuri gang sempit itu. Sedikit menyebrangi jalan dan ditemukan aneka ragam makanan. "kamu pesan nasi goreng, aku mau pesan p...

Sambungan: Bingkisan Untuk Citra

Ntah berapa lama aku memejamkan mataku. Saat aku membukanya di sekelilingku masih gelap “Ya Allah… Kenapa semuanya gelap? Apa aku sudah menghadapmu ya Allah…? Ya Allah, aku belum meminta maaf sama Bunda karena sudah berbohong, belum banyak beribadah. Kenapa secepat ini kau cabut nyawaku?” Aku terus bergumam tanpa sadar. Aku bergumam lirih sambil menitihkan airmataku. “Gita…Kamu udah sadar?” Suara seseorang menyadarkanku dari pikiran burukku “Aku…aku belum… Ya Allah, Alhamdulillah” Aku masih bergumam. “Cit…”kataku lirih “kamu dimana?” “Aku di depanmu Git” jawabnya. “Cit…. sakit Cit…Aku gak kuat Cit”Ujarku. Aku menangis. “sssstt…. Au. Kamu jangan… shhh… menangis. Cuma buang-buang energi kamu aja” nasihat Citra dan aku hanya bisa terisak. Entah, aku sudah gak tahu lagi sudah berapa lama aku terjebak di gedung ini. Hari mulai larut. Aku haus dan lapar, tetapi harus kutahan. Semoga ada tim SAR menemukan kami disini. Benda berat itu masih menimpa tubuhku. Aku tidak bisa bergerak. Untuk mendo...

Bingkisan Untuk Citra

Pusara itu belum kering dan nisan yang tertancap di atasnya masih baru. Aku tak menyangka semua akan berakhir seperti ini dan secepat ini. Ya, kini aku hanya bisa terduduk lemas sambil menitihkan air mata. Airmata ini begitu deras mengalir tatkala aku mengingat kejadian terakhir dimana pada akhirnya kami harus berpisah, bukan untuk bertemu kembali tapi untuk selamanya. Suatu siang, di hari Sabtu, aku dan Citra menghabiskan waktu bersama di sebuah game zone. Tak pernah aku duga bahwa itu akan menjadi waktu kebersamaan kami yang terakhir “aku senang bisa menghabiskan waktu bersamamu siang ini…. Hmmm, aku lapar, apa kita cari makan dulu ya?” Ujar Citra. Aku yang masih asyik dengan permainanku berkata dengan suara sedikit besar karena bising “APAA CIT? AKU GAK DENGER?” “MAKAN DULU YUK, LAPAR” Citra membalasnya dengan suara yang besar pula. Aku menghentikan permainanku dan segera menarik tangan Citra, iapun kaget tapi tetap mengikuti langkahku “eee….eehh…. ini mau kemana?” ujarnya “Aku mau ...

cerpen : Everything Is Possible

Siang yang terik, benar-benar menggerahkan. Berulang kali aku mengibas-ngibaskan kipas yang aku pegang dan aku sekarang berdiri tepat di bawah kipas angin. Aku yang alergi udara panas mulai merasa gatal di lenganku. Aku memperkuat tenagaku untuk berkipas ria. Sepertinya hari ini, tepatnya siang ini akan turun hujan. Tapi kenapa lama sekali turun hujan? Butuh hujan sekarang! Begitulah omelanku dalam hati. Aku terus mengumpat dalam hati. Tanpa aku sadari ternyata rombongan siswa laki-laki tiba di kelas. Mereka baru saja menunaikan ibadah shalat dzuhur dan kelas kembali riuh yang sebelumnya cukup tenang. Tanpa kusadari pula, sesosok tubuh manusia berdiri di belakangku. Tanpa berdosa ia mencubit pipiku. “Awwww….” Ringisku, dan aku melepaskan cubitan itu dan membalikkan tubuhku. Hampir saja wajahku mengenai wajahnya, kalau saja ia tak mengelak. “Randi?” kataku dengan nada sedikit meninggi. Aku kesal. Tiap hari aku diperlakukan seperti anak kecil olehnya. ‘aku ini SISWI SMA, kelas DUA pula. ...