Posts

Koass Stase GiLut dan Rehabilitasi Medik : GIGI&MULUT nya di REHABMEDIK

Hehehe judulnya nggak banget. Lagi-lagi aku nggak tau, mau buat judul apaan. This is my second Departement, setelah 10 minggu berjibaku di anak. Iya Ini 5 minggu tersantaiku tanpa jaga malam. 2 departemen berbeda dalam 5 minggu. 2,5 minggu awal di Gigi dan Mulut (Gilut) dan berikutnya di Rehabilitasi Medik (Rehab Medik). Asyik gak? Yup. Cukuplah untuk me-recovery tubuh, dan untuk istirahat (?) start with gilut Disini berasa kayak masuk ke arena oranglain dan berasa kayak tamu lagi studi tour di poli (?). Soalnya disini kita cuma sekedar "seenggaknya kalian tau" iya... mau turun langsung dan memeriksa pasien itu sangat-sangat enggak mungkin. Bukannya kami enggak dapat basic tentang gigi dan mulut, kami pernah belajar tentang itu waktu kuliah dulu tapi... sangat mendasar. Palingan tau ooo... itu karies, ooo itu gigi atrisi, ooo itu avulsi, oooo itu candidiasis oral dsb. Udah tau gitu doang. Kami enggak dapet bimbingan tentang bagamana mencabut gigi, menambal gigi apalag...

Ciri-ciri calon suami yang seharusnya diidamkan

Hai kamu, si calon yang akan melamar dan mempersuntingku menjadi istrimu, si calon imam ku, si calon yang akan menjadi ayah dari anak-anakku, si calon yang akan aku nantikan setiap hadirmu, si calon yang akan menjagaku, si tuan yang masih menjadi rahasia Allah, dan akan ditakdirkan Allah untukku.  insyaallah kamu seperti ini ya :") Tidak peduli bagaimana sifat dan kepribadian pria, ada karakteristik tertentu yang harus ia miliki untuk menjadi suami yang berkualitas di masa depan. Bagi Anda yang belum menikah atau sedang menyiapkan pernikahan, segera cek apakah pasangan saat ini memiliki kriteria sebagai suami berkualitas di masa mendatang. Berikut ciri-ciri pria yang pantas untuk Anda jadikan pasangan hidup: 1. Kuat agamanya Biar sibuk sekalipun, shalat fardu tetap terpelihara. Utamakanlah pemuda yang taat pengamalan agamanya. Lihat saja Rasulullah menerima pinangan Syaidina Ali buat puterinya Fatimah. Lantaran ketaqwaannya yang tinggi biarpun dia pemuda paling miskin. Utamak...

Seberkas Masalalu yang Tlah Berubah

Bingung mau buat judul apa hahaha dan terlalu lebay deh kayaknya, tapi... ah yasudahlah. Disini gue mau sharing sedikit. Tentang seseorang yang pernah dekat waktu jaman sekolah dulu (aheelaaa... udah berumur kali guenya :"). Nggak bermaksud buat mellow, atau galau, atau nostalgia. Kagak lah. Hahaha. Tapi justru gue mau cerita soal yang terjadi pada orang ini. Perubahan yang sangat baik pada orang ini. Sebut saja Si Bro. Gue kenal doi sejak masih duduk di bangku putih biru. Ya, lebih tepatnya gara-gara kita ikut event yang sama, lomba gambar dan gue 1 sekolah sama doi cuma beda kelas. Ya, gue taunya dia lebih jago lukis dari gue. Karyanya lebih bagus. Gue juga bingung kenapa gue dipilih buat ikutan juga. Gue akui gue kagum sama lukisan-lukisannya yang bagus-bagus itu. Let me guess, kayaknya ini orang pernah deh masuk postingan gue dulu. Ah bodo' lah, siapa pula yang mau review postingan gue jaman kapan-kapan.  Gue sama doi gak deket waktu SMP, cuma tau,... oh itu orang...
Sepasang Muda(A) Mudi(I) tersangkut pada namanya rindu berada dalam Sebuah perbincangan : I : Kapan coba gitu kita kayak yang lain, setiap hari ketemu. Kamu enggak kangen aku apa? A : Demi Allah, aku merindukan kamu. Aku merindukan setiap gerak gerikmu. Senyummu aku rindu, mungkin selalu aku lihat di foto, tapi aku ingin menatap wajahmu secara langsung. Tapi apa daya? Kita tak ingin menghancurkan cita-cita kita masing-masing kan karena ini? I : Kapan coba gitu telponan tiap hari, videocall, kenapa kita selalu memanfaatkan paket internet kayak gini. A : Sayangku, Aku untuk hidup saja masih ditanggung orangtuaku. Aku ini cuma mahasiswa kere yang belum berpenghasilan. I : Terus kapan coba kita bisa liburan bareng? A : Someday, aku akan bawa kamu ke tempat yang kamu mau. Insyaallah, aku mau cari uang dulu. Biar aku bisa penuhi segala yang kamu mau I : Aku perhatikan kamu nih dari tadi mengarah ke materi mulu. Padahal aku gak liat kamu secara materi, sayang. Aku cuma butuh perhatian...

Koass Stase Pediatri : Anak (2)

Image
Haaaaaaaiiii.... aku mau cerita nih mumpung ada waktu hhhiii... Setelah terlewati 2 stase mau sharing-sharing sedikit tentang apa yang sudah aku lewati pertama tentang stase anak wuuu.... baru masuk aja udah stase mayor, anak lagi. Jadi pas dikasih tau, ini stase pertama, beberapa konsulen komentar "waaahhh boleh ya sekarang stase anak duluan, jaman saya anak itu stase pertengahan" atau "biasanya stase penyakit dalam dulu baru anak" yaa... sepenggal kometar, dan kami hanya senyam senyum kecut malu-malu (????) 10 minggu di anak itu AMAZING  AMAZING : Bingungnya, pressure nya, suka, senang, susah, sedih ,nya. Ilmunya, capeknya, tawa, canda dan tangisnya. Takutnya. yaaa... aku sangat-sangat-sangat merasakan di stase ini. Mungkin terutama buat aku, yang mendapat pelajaran sangat-sangat dan teramat sangat berharga yang akan aku camkan di otakku  baik-baik dan insyaallah enggak-enggak lagi bakalan kejadian, naudzubillah min dzalik :( Selama 10 minggu...

You're still Mine in My Dream

Lalu apa yang salah? Beberapa malam yang lalu tetiba aku dan waktu senggangku ingin sekali melihat mu di balik sosial mediamu. apakah kamu masih aktif disana atau aku benar-benar kehilangan pergerakkanmu. Benar saja. Tak ada lagi kehidupanmu di sosial media. Semua terhenti di beberapa bulan yang lalu. Wajarkah aku bertanya kini, apa kabarmu di sana? Di tempatmu? Apa kamu baik-baik saja dengan segala aktivitasmu yang begitu sibuk? Aku rindu kamu. Boleh tidak? Aku hanya menangkap beberapa fotomu yang diunggah klub mu karena kamu memang jarang sekali mengunggah di sosial media. Tampak disitu beberapa kegiatanmu. Mahadasyat aku ingin bertemu kamu. Aku juga membuka beberapa chat konyol kita yang masih tersimpan di sosial mediaku, termasuk pesan-pesan alaymu itu, pesan yang seolah kamu ingin menampakkan perhatianmu namun begitu norak tapi mampu membuatku tersenyum. Kangen :(  Kemudian setelah sekian lama aku mengintipmu dibalik layar sosial media aku tertidur, dan kamu tau, apa yang ...
Perasaan ku tak enak, tak nyaman. Seperti ada yang membicarakan aku tanpa sependengaranku. Tentang hal buruk yang ada padaku. ah aku tak ingin ber suudzon, Allah bilang itu tak baik. Lalu aku biarkan aku kini mendengar bisikan itu. Benar. Memang sedang ada yang bergunjing tentangku. Terus aku bisa apa? Berbuat apa? Aku harus membalas? ah biarkan saja. ALLAH, tau yang terbaik. Biar Allah yang membalas, semoga hidup mereka diberi perbaikan setelah ini. Kalian katakan apapun tentang aku terserah, kalian bilang aku terlalu tidak peka terserah. Kalian tidak mengerti aku. Kalian tidak tau bagaimana susahnya aku bangun sendirian tanapa pegangan kecuali Allah. Aku biarkan kalian bicara apapun tentang aku di belakang aku. Aku tidak peduli. Emang kalian bisa merubah nasibku setelah ini? Apa kalian tidak punya pekerjaan lain selain membicarakan orang lain? Semoga Allah membuka kan pikirankalian. Perlahan kalian tau apa yang aku rasakan berminggu-minggu ini. Seperti dilempar-lempar dipandang...